Revolusi Pertanian Sumenep, Pompa Air Tenaga Surya Jawaban yang Solutif dan Efektif

- Editorial Team

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep,radarpostnasional.id-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkab meluncurkan inovasi bertajuk GEDE TANINYA (Gerakan Modernisasi Air Pertanian Tenaga Surya), sebuah program yang menghadirkan solusi cerdas bagi petani dalam mengatasi keterbatasan air irigasi di wilayah rawan kekeringan.

Program ini mengandalkan teknologi Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang memanfaatkan energi matahari untuk mengalirkan air dari sumber air tanah maupun sungai langsung ke lahan pertanian. Kehadiran teknologi ramah lingkungan tersebut menjadi harapan baru bagi para petani, khususnya di wilayah Madura yang selama ini masih didominasi lahan tadah hujan.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Drs Chainur Rasyid SE,M.Si menegaskan, program modernisasi pertanian ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Pompa Air Tenaga Surya ini merupakan solusi efektif dan ekonomis bagi petani. Mereka tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak ataupun listrik PLN untuk mengairi sawah. Dengan memanfaatkan energi matahari yang tersedia sepanjang tahun, biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lahan meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini banyak petani di wilayah kering menghadapi kendala serius saat musim kemarau tiba. Keterbatasan akses air menyebabkan sebagian lahan tidak dapat ditanami secara optimal sehingga berdampak pada hasil produksi pertanian.

Melalui program GEDE TANINYA, persoalan tersebut mulai teratasi. Pasokan air yang lebih stabil memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam dari yang sebelumnya hanya sekali panen dalam setahun menjadi dua hingga tiga kali panen.

“Tak hanya meningkatkan produktivitas, penggunaan teknologi tenaga surya juga memberikan keuntungan ekonomi yang cukup besar. Biaya operasional pengairan dapat ditekan hingga sekitar 60 persen karena petani tidak lagi mengeluarkan biaya rutin untuk membeli solar maupun membayar listrik,” imbuhnya.

Selain hemat biaya, sistem ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon serta membutuhkan perawatan yang relatif minim dibandingkan mesin pompa berbahan bakar konvensional.

Baca Juga:  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Program tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kelompok tani penerima manfaat. Mereka mengaku lebih optimistis mengembangkan budidaya berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, hingga tanaman hortikultura karena ketersediaan air kini lebih terjamin sepanjang tahun.

Salah seorang petani penerima program mengaku teknologi ini sangat membantu keberlangsungan usaha pertaniannya, terutama saat musim kemarau yang selama ini menjadi tantangan terbesar bagi petani di wilayahnya.

Baca Juga:  Si Jago Merah Mengamuk di Perumnas Batuan, Tiga Rumah Terbakar, Satu Penghuni Alami Luka Berat 

Dengan keberhasilan implementasi awal program tersebut, Pemkab Sumenep berencana memperluas cakupan penerima manfaat secara bertahap. Prioritas akan diberikan kepada wilayah daratan yang jauh dari jaringan irigasi teknis maupun daerah kepulauan yang belum terjangkau layanan listrik PLN secara optimal.

Program GEDE TANINYA menjadi bukti nyata transformasi sektor pertanian di Kabupaten Sumenep menuju sistem pertanian modern, efisien, dan berkelanjutan. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan solusi atas persoalan kekeringan, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan produksi pangan, kesejahteraan petani, serta penguatan ketahanan pangan daerah di masa mendatang.

“Dengan energi matahari, petani Sumenep kini memiliki sumber kehidupan baru bagi lahannya. Air mengalir lebih mudah, panen bertambah, dan harapan menuju pertanian maju semakin nyata.” Tandasnya.

(Ach Zaini/Radar Post Nasional)

Facebook Comments Box

Penulis : Ach Zaini

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Radar Post Nasional

Follow WhatsApp Channel radarpostnasional.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi, Momentum Perkuat Cinta Rasul dan Kekompakan Keluarga Besar DKPP Sumenep
Kakanwil Ditjenpas Riau Tinjau Pembinaan dan Ketahanan Pangan di Lapas Narkotika Rumbai
Perketat Deteksi Dini, Lapas Narkotika Rumbai Cek APAR dan Sterilisasi Brandgang
Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Pembinaan Kerohanian melalui Sinergi dengan Kemenag Rokan Hulu
Kenduri Manis Khirata Foundation, Perkuat Cinta Rasul dan Bentengi Anak dari Bahaya Narkoba
Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Cek Karhutla di Inhu, Tegaskan Penanganan Kolaboratif
Manajemen Talenta ASN Jadi Andalan, Pemkab Sumenep Perkuat Birokrasi Profesional dan Berbasis Kompetensi
PD Mio Indonesia Sumenep Ucapkan Selamat Ulang Tahun Buat DRT The Big Family, Teruslah Berikan Manfaat Bagi Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:54 WIB

Maulid Nabi, Momentum Perkuat Cinta Rasul dan Kekompakan Keluarga Besar DKPP Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 14:59 WIB

Kakanwil Ditjenpas Riau Tinjau Pembinaan dan Ketahanan Pangan di Lapas Narkotika Rumbai

Jumat, 11 September 2026 - 14:56 WIB

Perketat Deteksi Dini, Lapas Narkotika Rumbai Cek APAR dan Sterilisasi Brandgang

Kamis, 10 September 2026 - 19:46 WIB

Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Pembinaan Kerohanian melalui Sinergi dengan Kemenag Rokan Hulu

Kamis, 10 September 2026 - 19:07 WIB

Kenduri Manis Khirata Foundation, Perkuat Cinta Rasul dan Bentengi Anak dari Bahaya Narkoba

Berita Terbaru