Sumenep,radarpostnasional.id-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkab meluncurkan inovasi bertajuk GEDE TANINYA (Gerakan Modernisasi Air Pertanian Tenaga Surya), sebuah program yang menghadirkan solusi cerdas bagi petani dalam mengatasi keterbatasan air irigasi di wilayah rawan kekeringan.
Program ini mengandalkan teknologi Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang memanfaatkan energi matahari untuk mengalirkan air dari sumber air tanah maupun sungai langsung ke lahan pertanian. Kehadiran teknologi ramah lingkungan tersebut menjadi harapan baru bagi para petani, khususnya di wilayah Madura yang selama ini masih didominasi lahan tadah hujan.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Drs Chainur Rasyid SE,M.Si menegaskan, program modernisasi pertanian ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pompa Air Tenaga Surya ini merupakan solusi efektif dan ekonomis bagi petani. Mereka tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak ataupun listrik PLN untuk mengairi sawah. Dengan memanfaatkan energi matahari yang tersedia sepanjang tahun, biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lahan meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini banyak petani di wilayah kering menghadapi kendala serius saat musim kemarau tiba. Keterbatasan akses air menyebabkan sebagian lahan tidak dapat ditanami secara optimal sehingga berdampak pada hasil produksi pertanian.
Melalui program GEDE TANINYA, persoalan tersebut mulai teratasi. Pasokan air yang lebih stabil memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam dari yang sebelumnya hanya sekali panen dalam setahun menjadi dua hingga tiga kali panen.
“Tak hanya meningkatkan produktivitas, penggunaan teknologi tenaga surya juga memberikan keuntungan ekonomi yang cukup besar. Biaya operasional pengairan dapat ditekan hingga sekitar 60 persen karena petani tidak lagi mengeluarkan biaya rutin untuk membeli solar maupun membayar listrik,” imbuhnya.
Selain hemat biaya, sistem ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon serta membutuhkan perawatan yang relatif minim dibandingkan mesin pompa berbahan bakar konvensional.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kelompok tani penerima manfaat. Mereka mengaku lebih optimistis mengembangkan budidaya berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, hingga tanaman hortikultura karena ketersediaan air kini lebih terjamin sepanjang tahun.
Salah seorang petani penerima program mengaku teknologi ini sangat membantu keberlangsungan usaha pertaniannya, terutama saat musim kemarau yang selama ini menjadi tantangan terbesar bagi petani di wilayahnya.
Dengan keberhasilan implementasi awal program tersebut, Pemkab Sumenep berencana memperluas cakupan penerima manfaat secara bertahap. Prioritas akan diberikan kepada wilayah daratan yang jauh dari jaringan irigasi teknis maupun daerah kepulauan yang belum terjangkau layanan listrik PLN secara optimal.
Program GEDE TANINYA menjadi bukti nyata transformasi sektor pertanian di Kabupaten Sumenep menuju sistem pertanian modern, efisien, dan berkelanjutan. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan solusi atas persoalan kekeringan, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan produksi pangan, kesejahteraan petani, serta penguatan ketahanan pangan daerah di masa mendatang.
“Dengan energi matahari, petani Sumenep kini memiliki sumber kehidupan baru bagi lahannya. Air mengalir lebih mudah, panen bertambah, dan harapan menuju pertanian maju semakin nyata.” Tandasnya.
(Ach Zaini/Radar Post Nasional)
Penulis : Ach Zaini
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Radar Post Nasional







